Maman Wijaya (MW)

My Opinions and Ideas

Arti Sebuah Film


Kamera Pertama

(mamanwijaya.com). @mamanwjy

Saya ingin mengajak pembaca sedikit menginvestasikan waktunya untuk merenung. Dengan merenung kita menjadi terbuka untuk melihat arti sesungguhnya dari sebuah kehidupan.Tata cara dan manfaat merenung dijelaskan panjang lebar dalam bijakKata.com.

Marilah kita mulai merenung sekarang. Mengapa manusia membuat film? Apa bedanya film dengan benda lain yang dibuat oleh manusia? Apa guna dan manfaatnya bagi kehidupan?

Manusia memang unik, beda dengan makhluk lain. Di kepalanya selalu ada obsesi, tidak puas dengan cara yang sudah ada. Tidak puas dengan hanya bercerita, berpantun atau menulis puisi. Selalu punya keinginan untuk mengungkapkan sesuatu dengan cara yang baru. Itu dari dulu, sudah begitu. Bahkan jauh sebelum milennium kedua, manusia sudah berpikir cara lain mengekspresikan dirinya.Setelah ditemukannya kamera tahun 1250 Masehi, obsesi tentang cara mengekspresikan sesuatu kehidupan mengalami perubahan drastis. Orang yang tidak sempat menyaksikan suatu peristiwa dapat mengamatinya dari gambar yang diabadikan oleh kamera. Fenomena, ekspresi, dan siatuasi ketika peristiwa itu terjadi dapat terlihat dengan jelas dalam gambar yang dihasilkan oleh kamera tersebut. 

Kamera Pertama di Dunia
(https://prelo-wordpress.s3.amazonaws.com/blog/2017/05/kamera-pertama.jpg)

Tetapi itu hanya sebuah gambar, dan diam. Sementara, peristiwa yang terjadi itu sesungguhnya tidak diam. Manusia lagi-lagi tidak puas. Lalu terus mengotak-atik teknologi perkameraan. Sampailah akhirnya ditemukan kamera yang bisa menghasilkan gambar bergerak dalam tahun 1885. 

Gambar bergerak itu kemudian disebut film. Orang-orang mulai membuat film cerita. Pada tanggal 1 November 1895 Max dan Skladanowsky mempertunjukan film cerita di Berlin. Namun yang diakui di kalangan internasional, pemutaran film cerita pertama di muka umum itu adalah film yang dibuat dan dipertunjukkan oleh Lumiere Bersaudara pada tanggal 28 Desember 1895 di Paris. 

Lumiere Bersaudara pada saat itu dikenal sebagai pelopor industri perfilman. Periode tahun 1250-1895 kemudian dikenal orang sebagai masa pra sejarah film. Sejarah film dimulai dari 1895.

Cerita yang diangkat dalam film pertama Lumiere, yang orang Prancis itu, tentu saja tentang kehidupan warga Prancis. Sebanyak 30 orang yang dibayar untuk menontonnya sangat antusias melihat perilaku yang dipertunjukkan, walaupun sebenarnya sehari-hari mereka sudah biasa melihat kejadian yang sama dalam kehidupan nyata. Dalam adegan film itu ada semacam spirit lain yang membuat sensasi pandangan mereka berbeda.

Film-film yang dibuat pada awal sejarah film itu berupa film bisu, hitam-putih, dan bergerak sangat cepat. Dengan teknologi, film terus dikembangkan menjadi lebih sempurna. Kesempurnaan memberikan efek yang lebih besar. Film tidak hanya mampu menunjukan sisi-sisi aktual, melainkan juga sisi imajinasi. 

Di dalam film, baik kehidupan manusia maupun kehidupan makhluk lainnya dikreasi sedemikian rupa sehingga semuanya seolah-olah tampak nyata. Keragaman kreasi yang ditunjukannya bergantung pada latar belakang budaya, cara pandang, dan kedalaman imajinasi pembuatnya. 

Sebagai contoh, setiap bangsa di dunia memiliki pemahaman tentang hantu. Tetapi profil hantunya berbeda satu sama lain. Di Indonesia ada pocong. Di Cina ada vampir. Di Eropa ada drakula. Costum dan perilakunya memiliki ke-khas-an masing-masing yang sedikit banyak dipengaruhi oleh budaya dan cara pandang setempat. Kolaborasi kehidupan mereka dengan manusia yang digambarkan dalam film bisa lebih serudan hebohdari “aslinya”. Orang bisa tertawa, menangis, terperangah, atau ketakukan karenanya.

Film bisa mempengaruhi pikiran, bisa merasuk ke alam bawah sadar, bisa membangkitkan semangat atau mengubah ideologi. Bisa multi fungsi dan multi dimensi. Film berbeda dengan benda lain yang dibuat manusia: berbeda dengan gelas, piring atau sendok. Beda pula dengan pesawat terbang.Ya, itulah film. Oleh karena daya tawarnya itu, maka bagi bangsa Indonesia, film dibuat dan digunakan untuk membina akhlak mulia, mewujudkan kecerdasan kehidupan bangsa, memelihara persatuan dan kesatuan bangsa, meningkatkan harkat dan martabat bangsa, mengembangkan dan melestarikan nilai budaya bangsa, mengenalkan budaya bangsa kepada dunia internasional, dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

.

.

Bagi teman-teman yang mempunyai tulisan atau karya yang bisa bermanfaat buat para pembaca dan ingin dipublikasikan di website ini, bahan bisa kirim ke email: mamanwjy@gmail.com. Terima kasih.

2 thoughts on “Arti Sebuah Film”

    1. Maman Wijaya says:

      Hatur nuhun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

TopBack to Top